Judul
Pemanfaatan Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) “ Kreog” sebagai Kerupuk Berprotein Tinggi
B. Latar Belakang Masalah
Zaman sekarang merupakan zaman modern, baik dari bidang politik dan bidang ekonomi. Perdagangan di bidang pertanian dapat berkembang pesat. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, sehingga pertanian dapat menjadi penentu dan pendorong pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Pertanian mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan.
Jenis industri pertanian sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat, karena merupakan bagian yang penting dari kegiatan perekonomian rakyat. Produk pertanian mempunyai potensi pasar yang besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat. Produk pertanian mampu memasuki pasar ekspor karena meningkatnya daya saing industri tersebut. Akan tetapi, dibalik potensi yang demikian besar terdapat pula beberapa masalah dalam pengembangan pertanian nasional seperti berikut:
1. Terjadinya penyusutan lahan
2. Makin selektifnya pasar
3. Rendahnya mutu produk yang ada
Salah satu masalah dalam pertanian adalah hama, hama tanaman yang menjadi masalah besar bagi petani adalah Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck),keong mas disebut sebagai hama unggul karena memakan segala tanaman terutama tanaman padi muda dan pembibitan. Berdasar data Badan Pangan Dunia (FAO) pada 1989, kekurangan hasil panen padi di Filipina akibat keong mas mencapai 40 persen dari areal sawah. Di Indonesia, kerusakan tanaman padi bahkan bisa mencapai 80 hingga 100 persen dengan kasus terjadi di hampir seluruh provinsi di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua.
Namun jika dikelola dengan baik akan menjadi komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan meningkatkan gizi masyarakat. Saat ini keong mas hanya dimanfaatkan menjadi pakan ternak, ikan, udang, sumber makanan berprotein tinggi bagi masyarakat, obat-obatan dan pengontrol inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal-gatal selain itu keong mas hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan dengan baik. Padahal kandungan gizi keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen. Bahkan hampir 40% berat tubuhnya terdiri atas protein. ( http://www.applesnail.net) yang merupakan zat pembangun bagi makhluk hidup. Jadi penggunaan berbagai moluskisida untuk membunuh keong mas sesungguhnya merupakan suatu kerugian besar bagi peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengonsumsian keong mas bisa jadi karena perasaan jijik yang menghinggapi sebagian besar masyarakat kita terkait dengan hasil olahan keong mas. Oleh karena itu sangat dibutuhkan adanya suatu pengolaan keong mas yang mampu menarik perhatian masyarakat, bernilai ekonomis dan tidak merusak lingkungan. Sebagian besar camilan yang ada tidak memenuhi kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia sehingga dengan adanya kerupuk keong mas kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi. Selain itu, pembuatan kerupuk keong mas ini dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar untuk menunjang perekonomian dengan cara melibatkan berbagai pihak diantaranya para petani, pedagang, dan masyarakat sekitar untuk membangun home industry dalam hal pembuatan kerupuk keong mas dan pemasarannya. Untuk memaksimalkan pemanfaatan keong mas perlu adanya pengelolaan keong mas sehingga menjadi lebih bermanfaat. Sehingga kami memilih keong mas untuk dijadikan kerupuk.
C. Rumusan Masalah
1.Bagaimana kandungan gizi dari keong mas ?
2. Bagaimana cara pembuatan kerupuk Keong mas
3. bagaimana proses pemasaran Kerupuk Keong Mas di masyarakat ?
D. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui kandungan gizi Keong Mas.
2. Mengetahui cara pembuatan Kerupuk Keong Mas.
3. Mengetahui proses pemasaran Kerupuk Keong Mas.
E. Luaran yang Diharapkan
Keong mas sebagai hama tanaman padi akan tetapi memiliki kandungan gizi yang tinggi akan diolah menjadi kerupuk. Kerupuk ini diharapkan dapat menjadi varian baru dalam dunia makanan ( camilan ) bergizi dan dapat diproduksi secara home industry sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa serta menekan angka pengangguran.
F. Kegunaan Program
1. Berkurangnya hama tanaman padi sehingga petani tidak mengalami gagal panen.
2. Pemanfaatan Keong Mas bisa dimaksimalkan.
3. Meningkatkan nilai gizi masyarakat melalui camilan yang berprotein tinggi.
G. Gambaran Umum Rencana Usaha
Kami berencana membangun usaha ini untuk mampu menghasilkan 125 bungkus abon belalang dengan berat bersih 100 gr per bungkus setiap dua minggunya.
1. Penyediaan Alat dan Bahan
Dalam proses pembuatan kerupuk keong mas bahan yang digunakan adalah tepung keong mas, tepung Tapioka, baking Powder minyak goreng, bumbu (bawang putih, garam, ketumbar, garam, merica, cabai, gula), dan air.
Tabel1. Bahan Pembuatan kerupuk keong mas
Bahan Spesifikasi
Tepung keong mas Powder
Tepung tapioca Powder
Baking Powder powder
Bumbu Halusan
Air Cair
Minyak goreng Cair
Pembuatan kerupuk keong mas ini, bahan utama yang digunakan adalah tepung keong mas dan tepung maizena.
Dalam proses pembuatan kerupuk keong mas, alat yang digunakan antara lain baskom, ember, wajan, timbangan, blender, pisau dapur, tampah, dan kemasan produk.
Tabel 2. Alat Pembuatan Kerupuk Keong Mas
Alat Fungsi
Ember plastic Sebagai tempat pencucian keong mas
Blender / penggiling Sebagai penghalus keong mas
Baskom besar Sebagai tempat mencampur adonan
Tampah Sebagai tempat mengeringkan daging dan penjemuran kerupuk
Timbangan Alat untuk menimbang kerupuk
Wajan Penggorengan
2. Produksi
Proses produksi meliputi penetapan volume produksi, pembagian tugas dan tanggung jawab, penyusunan jadwal pelaksanaan dan jam kerja , pelaksaan administrasi, pengemasan produk, dan mempersiapkan produk untuk dipasarkan, akan dilaksanakan di rumah ketua pelaksana PKM-K yakni di Kedaton, pleret, Bantul . Tempat produksi ini dipilih untuk mempermudah akses dalam pencarian Keong Mas sebagai bahan baku pembuatan Kerupuk Kreog ini.
Selain kita memproduksi daging keong menjadi kerupuk yang memiliki keunggulan dibanding dengan kerupuk lainnya, kerupuk keong mas memiliki kandungan protein yang tinggi. Produk ini termasuk kategori produk camilan yang langka, bahan dasar berupa keong mas merupakan bahan dasar yang dapat dengan mudah ditemukan, harga yang relatif murah. Sedangkan limbah pembuatan kerupuk keong ini berupa cangkang yang tidak terpakai, untuk memanfaatkan limbah tersebut dapat dibuat hiasan, seperti tirai, hiasan dinding, miniature, mozaik, dan lain-lain.Akan tetapi cangkang keong tersebut dalam keadaan bersih dan tidak bau. Dengan demikian seluruh bagian keong mas dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
3. Pemasaran
Pemasaran akan dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama yakni akan dilakukan secara langsung oleh pelaksana dengan membuat stan khusus yang menjual kerupuk “kreog”, terutama pasar-pasar. Cara yang kedua yakni bekerjasama dengan pusat jajanan dan oleh-oleh yang ada di daerah Bantul. Model pemasaran ini akan efektif karena kami mendekatkan diri dengan calon konsumen potensial yakni pendatang yang berwisata ke Bantul. Selain itu kami juga akan mencoba memasarkan produk ini bekerjasama dengan kantin kampus dan minimarket kampus sebagai produk makanan barul yang mampu menarik minat mahasiswa karena kandungan gizinya yang cukup tinggi.
4. Analisis SWOT dan Ananlisis Pasar
1) Analisis SWOT
Dalam program ini analisis yang dilakukan menggunakan analisis SWOT yang menggambarkan secara umum tentang usaha yang akan dilaksanakan dalam pembuatan Kerupuk “kreog”. Adapun analisis SWOT sebagai berikut:
• S = STRENGTH (Kekuatan)
Pada pemanfaatan Keong mas sebagai kerupuk antara lain keong mas mudah dibudidayakan, keong mas mempunyai manfaat dari pencegahan penyakit liver/ kuning dan kandungan gizi yang tinggi.
• W = WEAKNESS (Kelemahan)
Sedangkan kelemahan dari keong mas belum dibudidayakan dengan baik dan pemanfaatan keong mas belum optimal.
• O = OPORTUNITY (Peluang)
Peluang yang dimiliki yaitu di pasaran belum ada kerupuk keong mas sebagai camilan seperti yang kami buat. Sehingga prospek kedepannya lebih bagus. Bahan dasar yang kami gunakan mudah di dapat dan kandungan gizi yang tinggi.
• T = TREATH (Ancaman)
Ancaman yang ada saat ini para petani belum mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam keong mas, sehingga Keong mas hanya di buang begitu saja dan mengakibatkan keberadaan keong mas terancam punah
Dari analisis SWOT di atas, bahwa produk kerupuk “kreog” memiliki prospek yang tinggi sebagai unit usaha. Untuk mengetahui nilai jual suatu produk, digunakan metode yaitu penjumlahan seluruh biaya produksi dan ditambah dengan laba yang diinginkan yaitu 50 persen dari biaya produksi. Perhitungan pengembalian modal (Break Even) yaitu untuk mengetahui pada volume berapa (penjualan/produksi) agar biaya total sama dengan penghasilan total sehingga tidak mengalami laba atau rugi. Rumus yang digunakan adalah perhitungan Break Even berdasarkan unit sebagai berikut :
BEP (Q) =
BEP = Break Even Point
FC = Jumlah Total Biaya Operasional
P = Harga Jual Produk
VC = Biaya Produksi
2) Analisis pasar
Produk kerupuk dari Keong mas yang dihasilkan ini memiliki prospek yang cerah. Dari segi feasibility produk ini memiliki keistimewaan:
a. Produk berbasis teknologi sederhana
b. Bahan baku mudah didapatkan
c. Pembuatannya mudah
d. Dapat dilaksanakan oleh industri rumah tangga
e. Tidak memerlukan modal yang besar
f. Kandungan gizi tinggi dan memiliki khasiat penting.
Adapun dari segi profitabilitynya adalah sebagai berikut:
a. Pangsa pasar luas karena masyarakat lebih cenderung menyukai camilan
b. Pemanfaatan keong mas yang belum maksimal
c. Produk unik dan merupakan inovasi baru
3) Perhitungan ekonomi pasar
Perhitungan ekonomi pasar dilakukan dengan BEP (Break Event Point). Penetapan harga dengan harga tertentu dengan maksud agar dapat mengembalikan dana investasi. Metode ini akan menghitung berapa jumlah produk yang harus dijual pada harga tertentu, supaya dapat menutup semua biaya produksi, pada posisi tidak untung dan tidak rugi atau impas. Jika ingin mendapatkan untung maka kita harus berproduksi lebih dari posisi BEP. Untuk dapat melakukan perhitungan BEP, maka perlu diketahui konsep:
1). Biaya tetap, yaitu biaya yang tidak berubah, tidak tergantung pada
jumlah produksi, misalnya gedung, pabrik, sewa tanah, gaji karyawan tetap.
2). Biaya variabel, yaitu biaya yang selalu berubah tergantung pada
jumlah yang diproduksi ,misalnya bahan mentah, bahan baku, gaji
karyawan tidak tetap, dan biaya kemasan.
BEP dapat dihitung dengan rumus:
A x B = (A x C) + D
Keterangan:
A : jumlah produk perhari pada keadaan BEP
B : harga jual
C : biaya tidak tetap
D : biaya tetap
Pengolahan keong mas menjadi kerupuk ini memiliki prospek yang menjanjikan karena banyak faktor yang mendukung keberlanjutan produk ini.
4) Analisis hasil usaha
a. Biaya per satu kali produksi
Tepung Keong mas : Rp 20.000,00
Tepung tapioka : Rp 5.000,00
Bumbu : Rp 5.000,00
Minyak goreng : Rp 40.000,00
Total : Rp 70.000,00
b. Biaya kemasan, dan transportasi
Kemasan (50 bungkus @ 100 gr): Rp 5.000,00
Label produk : Rp 3.000,00
Transportasi : Rp 20.000,00
Total : Rp 23.000,00
c. Biaya publikasi
Leaflet/ pamflet : Rp 15.000,00
d. Harga penjualan tiap 1 kali produksi
(50 bungkus x Rp 5000,00) : Rp 300.000,00
a. Analisis kelayakan usaha
f = d – c- b- a = Rp 300.000 – Rp 15.000 –Rp 23.000- Rp 70.000
= Rp 192.000,00
Jadi produk yang kami hasilkan 4 kali produksi/bulan dapat menghasilkan keuntungan Rp 768.000,00 , hal ini menandakan produk yang kami pasarkan mempunyai kelayakan untuk prospek kedepannya.
H. Metode Pelaksanaan
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Waktu : 5 Bulan
Tempat : Kedaton Pleret, Pleret, Bantul.
2. Alat dan bahan
a. Alat-alat
• Blender • Lemper + uleg
• Pengaduk • Sendok bumbu
• Penggorengan • Sothil
• Panci kukusan • Serok
• Pisau • Nampan
• Baskom
• Timbangan takar • Tampah
b. Bahan-bahan
• Keong mas
• Bumbu dapur
• Baking powder
• Tepung tapioca
• Air
c. Bumbu yang dihaluskan
• Bawang
• Garam
• Kemiri
• Ketumbar
• Merica
3. Prosedur Kerja
Perbandingan antara tepung keong dan tepung Tapioka yaitu 1:1
Tepung keong 250 gr 500gr 750 gr
Tepung Tapioka 250 gr 500 gr 750 gr
Pembuatan kerupuk keong mas diawali dari memilih keong mas yang baik kemudian dicuci hingga bersih, setelah itu direbus beberapa saat. Setelah daging lunak, ditunggu sampai keadaan dingin dan dipisahkan antara daging dengan cangkangnya. Kemudian dijemur hingga benar-benar kering ( kadar air 0 % ), penjemuran dilakukan dibawah terik sinar matahari. Selanjutnya daging keong yang sudah kering digiling hingga menjadi tepung. Tepung keong mas yang telah jadi, di campur dengan tepung tapioca dan baking powder beserta bumbu. Bumbu tersebut adalah bawang putih, garam, ketumbar, merica serta kemiri. Tambahkan air secukupnya pada adonan sehingga menjadi kalis kemudian adonan tersebut dikukus, setelah itu dijadikan berupa lembaran tipis dengan alat pembuat lembaran adonan. Ketebalan lembar tipis adonan perlu diusahakan berkisar antara 1~2 mm. Jika tidak tersedia alat pembuat lembar adonan, pembuatan lembar adonan dapat dilakukan dengan menggunakan botol, atau selinder kayu.
Pemotongan lembar tipis adonan.Lembar tipis adonan yang terbuat, segera dipotong dengan gelang pemotong atau dengan muka gelas. Hasil pemotongan ini disebut dengan kerupuk basah. Kerupuk basah harus segera dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar airnya di bawah 10%dengan tanda berbunyinya kerupuk bila dipatahkan. Hasil pengeringan disebut dengan kerupuk mentah. Pengemasan kerupuk mentah. Kerupuk mentah dapat dikemas dalam kantong plastik polietilen atau di dalam kotak karton. Kemasan harus ditutup rapat agar kerupuk mentah terhindar dari uap air di luar. Kemudian kerupuk mentah yang dikonsumsi harus digoreng di dalam minyak goreng panas. Kerupuk yang akan digoreng harus cukup kering. Sebaiknya kerupuk mentah dijemur terlebih dahulu sebelum digoreng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar